Demonstran Anti Pemerintah Bentrok Dengan Tentara Thailand
Demonstran Anti Pemerintah Bentrok Dengan Tentara Thailand
http://www.detiknews..com/read/2010/…awan?991101605
Bangkok – Demonstran antipemerintah bentrok dengan tentara Thailand. Akibatnya, 4 orang warga sipil dan 4 orang tentara tewas. Satu di antara yang tewas adalah seorang wartawan media asing Reuters.
Wartawan tersebut bernama, Hiro Muramoto, wartawan asal Jepang yang bertugas di Thailand. Ia tewas ditembak di bagian dada dan sempat dilarikan ke rumah sakit Klang, Thailand.
“Saya sangat berduka atas kepergian rekan kami Hiro Muramoto di kerusuhan Bangkok,” kata Editor Reuters, David Schlesinger, Sabtu (10/4/2010).
“Profesi jurnalis bisa menjadi profesi yang berbahaya,” tambahnya.
Selain Muramoto, ada 521 orang yang terluka akibat kejadian itu. 64 Orang di antaranya adalah tentara dan polisi. Mereka bentrok di kawasan Phan Fah dan Jl Rajdumnoen, Bangkok.
Sebelumnya, para demonstran demonstran antipemerintah hari ini mengepung sebuah markas militer di Bangkok. Akibatnya, para tentara menggunakan water cannon untuk membubarkan massa pendukung mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra itu.
Sumber dari http://kask.us/3827573 oleh AnimeChibis
ps. UPDATE
Minggu, 11/04/2010 06:29 WIB
Demo Thailand Rusuh
Jumlah Korban Tewas Bertambah Jadi 12 Orang
Rachmadin Ismail – detikNewsBangkok – Tentara Thailand menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan demonstran antipemerintah. Namun, para pendemo melakukan aksi pembalasan dengan bom molotov, granat dan senjata tajam. Akibatnya, 12 orang tewas di lokasi kejadian.
Seperti dilansir Reuters, Minggu (11/4/2010), kejadian ini merupakan aksi kekerasan terbesar dalam 18 tahun terakhir pemerintahan di Bangkok, Thailand. Sedikitnya 521 orang, termasuk 64 tentara dan polisi yang terluka.
“12 Orang tewas, termasuk 3 tentara,” tutur pejabat kesehatan setempat.
Di antara korban tewas terdapat juga salah seorang jurnalis asing Reuters bernama Hiro Muramoto. Ia tewas tertembak di bagian dada.
Sementara itu, negara asing juga mulai ikut bereaksi terhadap aksi ini. Amerika Serikat (AS) meminta Thailand untuk bernegosiasi dengan para demonstran guna mencari solusi damai dalam kasus ini.
“Kami berharap kekerasan politik di Thailand dapat segera berhenti,” kata juru bicara Gedung Putih, Mike Hammer.
Sebelumnya, para demonstran demonstran antipemerintah berkaus merah tersebut mengepung sebuah markas militer di Bangkok. Akibatnya, para tentara menggunakan water cannon untuk membubarkan massa pendukung mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra itu.
(mad/mad)
Sumber DetikNews
April 12th, 2010 by noviaisyah | No Comments »








